PT. FADNOV AIRTECH INDONESIA

We are not only focus to customer satisfaction but also customer delight

Fungsi dan Jenis Air Dryer, Seberapa Penting Bagi Kompresor?

 

Pada proses kompresi udara bertekanan, tentu udara yang dihasilkan tidak murni 100% udara. Pada prosesnya, udara dengan oli dikompresi dengan suhu yang sangat tinggi sehingga pada proses tersebut banyak mengandung uap air sehingga dengan proses yang sudah dilewati, banyak partikel yang terbawa ke produksi. Pada kenyataanya tentu kita menginginkan kualitas udara yang sangat baik agar sebanding dengan apa yang kita produksi. Salah satu solusi untuk mengeringkan uap air adalah dengan menggunakan air dryer. Pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai fungsi dan jenis air dryer.

Air dryer adalah suatu alat yang berfungsi untuk menghilangkan kandungan air pada compressed air (udara terkompresi). System ini biasanya menjadi satu kesatuan proses dengan kompresor. Udara terkompresi hasil dari kompresor sebagian akan masuk ke tangki penyimpan dan sebagian lagi dikeringkan menggunakan air dryer. Air Dryer sangat diperlukan untuk menunjang kualitas produksi pabrik.

Penggunaan air dryer banyak digunakan di bidang industri makanan dan minuman, farmasi, kimia. Adapun jenis air dryer yang banyak digunakan adalah sebagai berikut:

 

1. Refrigeration Dryer

Refrigeration dryer merupakan jenis air dryer yang paling umum digunakan untuk mendinginkan udara. Air dryer ini menggunakan sirkuit pendingin dan penukar panas untuk mendinginkan udara terkompresi yang berasal dari outlet kompresor. Sistem ini umumnya menggunakan 2 buah heat exchanger, yang pertama adalah antara udara chiller dengan refrigerant, dan yang kedua adalah antara udara yang dikeringkan dengan udara chiller. Prinsip kerja ini sesuai dengan sifat uap air yang akan mengembun pada temperatur rendah. Udara kering yang dihasilkan umumnya memiliki dew point sebesar 3 derajat Celcius.

 

 

 

2. Desiccant Dryer

Desiccant air dryer berupa suatu tabung yang berisi zat penyerap uap air seperti silica gel, alumina aktif, molecular sieve, atau bahan penyerap uap lainnya. Bahan yang paling banyak digunakan adalah silica gel. Desiccant air dryer bekerja dengan mengandalkan 2 tabung yang bekerja bersamaan tetapi dengan fungsi yang berbeda. Saat satu tabung mengeringkan udara yang terkompresi, tabung lainnya melakukan regenerasi. Pada proses regenerasi ini, udara kompresi tidak boleh dialirkan ke dalam tabung, sehingga umumnya pada industri-industri besar yang mengkonsumsi banyak instrument air menggunakan desiccant air dryer twin tower, sehingga proses pengeringan udara dan regenerasi dari masing-masing tabung bisa bergantian. Dessicant air dryer dapat mencapai titik embun (dew point) -40 ° F / -40 ° C dan -100 ° F / -70 ° C.

 

 

fadnov

Web:



Leave a Replay

Make sure you enter the(*)required information where indicate.HTML code is not allowed

EnglishIndonesian