PT. FADNOV AIRTECH INDONESIA

Specialist Rental Air Compressor

Jenis dan Perbedaan Kompresor Udara Berdasarkan Prinsip Kerja

Dalam bidang industri, kompresor sudah menjadi barang wajib untuk menunjang produksi. Fungsi kompresor adalah untuk meningkatkan energi suatu compressible fluid dengan memberikan tekanan yang tinggi atau kecepatan yang tinggi atau juga ketinggian yang tinggi kepada fluida tersebut sesuai dengan hukum bernoulli. Kompresor terdiri dari berbagai jenis sesuai dengan kebutuhan yang berbeda-beda dari setiap pengguna. Masing-masing jenis kompresor mungkin berbeda dalam metode pendinginan, tahap kompresi, pelumasan, atau sumber energi dari kompresor itu sendiri. Berikut merupakan klasifikasi kompresor berdasarkan prinsip kerja.

 

A. Positive Displacement

Positive displacement compressor memindahkan gas atau udara menggunakan energi tekanan yang mengurangi volume udara atau gas, sehingga tekanan gas meningkat. Positive displacement compressor ini juga dibagi lagi menjadi dua, yaitu reciprocating kompresor dan rotary (vane dan screw) kompresor. Pada reciprocating compressor, ada perpindahan piston di dalam silinder kompresor dan juga jenis nya ada tipe low speed dan high speed compressor. Kelebihan dari reciprocating compressor ini memiliki high fuel efficiency dan long operating life, hanya saja dari sisi maintenance membutuhkan high cost jika dibandingkan dengan compressor centrifugal. Dan sekarang bagaimana rotary (vane dan screw) compressor? vane dan screw compressor ini juga masih menggunakan energi tekanan, hanya saja kompresor jenis ini cocok beroperasi mengeluarkan tekanan discharge yang lebih rendah dari pada reciprocating compressor, tetapi pressure yang dikeluarkan tidak ada pulsasi sehingga tidak ada getaran yang ditimbulkan dan sangat cocok untuk mengalirkan gas pada pipa-pipa yang panjang.

 

1. Reciprocating

Reciprocating compressor merupakan tipe kompressor “positive displacement” yang paling banyak digunakan di berbagai industri. Tidak cuma itu, alat ini juga sering menjadi bagian yang paling penting dan pantas mendapatkan perhatian khusus di beberapa industri, seperti industri petrokimia dan pengolahan gas. Reciprocating compressor bekerja dengan prinsip yang sama dengan pompa sepeda yaitu dengan memanfaatkan tekanan piston terhadap sejumlah gas atau udara yang terjebak dalam suatu silinder sehingga fluida kerja tersebut menjadi mampat dan tekanannya meningkat.

 

2. Rotary

Kompresor rotari atau putar dapat menghasilkan tekanan yang sangat tinggi. Pada kompresor putar getaran yang dihasilkan relatif kecil dibandingkan dengan kompresor torak. Hal ini disebabkan sudu-sudu pada kompresor putar, yang merupakan elemen bolak-balik, mempunyai masa yang jauh lebih kecil daripada torak. Selain itu kompresor putar tidak memerlukan katup, sedangkan fluktuasi alirannya sangat kecil dibandingkan dengan kompresor torak. Kompresor rotary mempunyai rotor dalam satu tempat dengan piston dan memberikan pengeluaran kontinyu bebas denyutan. Kompresor beroperasi pada kecepatan tinggi dan umumnya menghasilkan hasil keluaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan kompresor reciprocating. Biaya investasinya rendah, bentuknya kompak, ringan dan mudah perawatannya, sehingga kompresor ini sangat populer di industri. Biasanya digunakan dengan ukuran 30 sampai 200 hp atau 22 Teknik Pengukuran Besaran Proses sampai 150 kW. Kompresor rotari pada umumnya digunakan untuk perbandingan kompresi rendah dan kapasitas kecil hingga medium. Keuntungan penggunaan kompresor rotari adalah:

  1. Dapat berputar pada putaran tinggi, sehingga dimensinya relatif lebih kecil
  2. Getaran mekanisnya lebih kecil
  3. Perawatannya lebih sederhana karena jumlah bagiannya lebih sedikit, missal tanpa katup dan mekanisme lain
  4. Dapat memberikan debit yang lebih kontinyu dibandingkan dengan kompresor reciprocating

B. Dynamic

Dynamic Compressor menggunakan vane atau impeller yang berputar pada kecepatan tinggi sehingga menghasilkan volume udara kompresi yang besar.

Dynamic Compressor memiliki dua jenis, yaitu kompresor sentrifugal (radial flow) dan aksial.

  1. Kompresor sentrifugal menggunakan sistem dengan putaran tinggi. Udara yang masuk melalui tengah tengah inlet kompresor dialirkan melalui impeller yang berputar di dalam volute casing sebelum keluar menuju outlet kompresor.
  2. Kompresor aksial menggunakan sistem putaran dinamis yang memiliki serangkaian kipas airfoil yang berfungsi untuk menekan aliran fluida. Kompresor aksial biasanya digunakan untuk turbin gas/udara seperti mesin kapal kecepatan tinggi, mesin jet, dan pembangkit listrik skala kecil.

fadnov

Web:



Leave a Replay

Make sure you enter the(*)required information where indicate.HTML code is not allowed

EnglishIndonesian